YOEM (Youth Love One Muharram) Sebagai Gerakan Pemuda Cinta Satu Muharram Untuk Mengatasi Krisis Akidah Umat Islam di Indonesia

24 Nov 2012

YOEM (Youth Love One Muharram) Sebagai Gerakan Pemuda Cinta Satu Muharram Untuk Mengatasi Krisis Akidah Umat Islam di Indonesia

Bulan Muharram Muharram adalah titik tolak awal perhitungan kalender Islam yang di artikan oleh para sahabat pada saat nabi melakukan Hijrah. Mengapa bukan berdasarkan tahun kelahiran Nabi SAW? Mengapa bukan berdasarkan tahun beliau diangkat menjadi Nabi? Mengapa bukan berdasarkan tahun Al-Quran turun pertama kali? Dimana pada saat peristiwa hijrah itu menjadi momentum di mana umat Islam secara resmi menjadi sebuah badan hukum yang berdaulat, diakui keberadaannya secara hukum international. Sejak peristiwa hijrah itulah umat Islam punya sistem undang-undang formal, punya pemerintahan resmi dan punya jati diri sebagai sebuah negara yang berdaulat. Sejak itu hukum Islam tegak dan legitimate, bukan aturan liar tanpa dasar hukum. Tetapi berbeda pada zaman sekarang, umat muslim saat ini justru memaknainya dengan mengadakan upacara-upacara adat yang mendatangkan Syirik.Orang Jawa atau luar Jawa yang melakukan aktivitas ini menyangkutkan bahwa 1 Muharram atau malam Assyuro adalah malam yang sering di jadikan peristiwa sakral untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu,seperti pencucian benda pusaka (1). Selain itu, banyak umat islam yang kurang tahu bagaimana cara menyambut tahun baru islam yang syari. Sebagian masyarakat masih awam dalam menyambut tahun baru muharram seperti mengadakan perayaan tahun baru Islam dan malam muhasabah. Hal ini adalah sesuatu yang tidak pernah dituntunkan oleh Rasulullah kepada kita. Di dalam hadits Nabi SAW Nabi bersabda,Barang siapa yang menyerupai suatu kaum, maka termasuk dari golongan mereka. (HR.Ahmad dan Abu Daud dari Ibnu Umar). Yang kedua, Sangat takut mengadakan walimah dan hajatan serta acara yang semisalnya di bulam Allah SWT telah berfirman dalam surat al-Taubah ayat 36 sbb:

Sesungguhnya bilangan bulan menurut Allah itu ada dua belas yang ditetapkan pada saatAllah menciptakan langit dan bumi, dan diantaranya ada empat bulan yang dimuliakan..

Sementara itu empat bulan yang dianggap sebagai bulan yang dimuliakan tersebut, menurt Nabi Muhammad SAW, salah satunya ialah bulan Muharram.

Muharram. Bertentangan dengan Firman Allah SWT,

Allah taala berfirman :Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui. (QS. Al-Araf: 131). Yang ketiga, Mengadakan sedekah bumi atau sedekah laut (labuhan) Masih ada dari kaum muslimin yang melestarikan budaya yang syirik ini dengan berkorban sebuah kepala sapi atau kerbau ditambah dengan sesaji yang lain, dengan anggapan bisa terhindar dari mara bahaya. Ketahuilah, sesungguhnya berkurban itu hanyalah untuk Allah Taala dan dalam rangka taqarub mendekatkan diri kepada-Nya.

Allah taala berfirman,Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah. (QS. Al-Kautsar: 2)

Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupki dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam (QS.Al-Anam: 162)

Selanjutnya,yaitu Melakukan puasa mutih yaitu puasa dengan tidak makan nasi atau makanan yang bernyawa selama satu bulan penuh. Maka ketahuilah puasa adalah suatu ibadah yang telah ada aturan syarat dan rukunnya, jika dilakukan dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi , maka akan tertolak bahkan akan mengarah kepada kesyirikan manakala diniatkan bukan karena Allah Taala (2).

Dari berbagai permasalahan diatas, sesungguhnya bukanlah hal yang mudah untuk mengubah secara lengsung sebuah kepercayaan ,tradisi, persepsi atau pandangan masyarakat yang telah mengakar atau mendarah mendaging, namun kalau kepercayaan tersebut salah dan bahkan sangat mungkin akan dapat mempengaruhi akidah kita, tentu kita sebagai umat Islam harus bisa melakukannya, meskipun untuk pertama kalinya harus melalui perjuangan berat dan memaksa Dibutuhkan waktu yang lama untuk merubah perlahan perlahan berbagai penyimpangan tersebut. Dalam penyambutan satu muharram yang syari. Di sunnahkan pada bulan ini untuk kita berpuasa, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam shahihnya dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah telah bersabda , Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah bulan Allah yakni Muharram. Dari Ali , seseorang bertanya kepada beliau, Bulan apa yang engkau perintahkan aku untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan? Beliau menjawab, Aku tidak mendengar seseorang bertanya tentang hal ini kecuali seorang yang mendengar dia bertanya kepada Rasulullah dan aku ketika itu sedang duduk, kemudian bertanya, Ya Rasulallah, bulan apa yang engkau perintahkan aku untuk berpuasa setelah bulan Ramadhan? Beliau menjawab, Jika kamu berpuasa setelah bulan Ramadhan maka puasalah bulan Muharam, maka sesungguhnya itu adalah bulan Allah taala, Allah telah memberi taubat kepada suatu kaum dan akan memberi taubat kepada suatu kaum di bulan ini. (HR.Tirmidzi dan mengatakan : Hadits hasan gharib)

Dari Ibnu Abbas berkata, Telah bersabda Rasulullah , Jika aku masih hidup sampai tahun yang akan datang, pasti aku akan berpuasa pada tanggal sembilan-nya. (HR.Muslim)

Maka dengan adanya gerakan YOEM (Youth Love One Muharram) diharapkan bisa merubah pola pikir masyarakat tentang satu muharram. Sehingga tahu semua hal yang seharusnya dilakukan saat menyambut bulan satu muharram. YOEM sendiri akan melakukan aksi aksi sosialisasi satu muharram, melakukan puasa ke sembilan dan sepuluh muharram bersama anak yatim, melaksanakan program program sosial kemasyarakatan seperti santunan anak yatim, memberi makanan bagi orang yang berpuasa pada saat puasa ke Sembilan dan sepuluh muharram, program membantu anak anak jalanan dan berbagai aktivitas social lainnya. Sehingga gerakan ini bisa menjadi tonggak bagi para pemuda yang ingin berjuang dalam melakukan kebaikan. Semua kegiatan kegiatan yang dilakukan harus berpedoman pada Al-Quran , As Sunnah dan Ijma Para Sahabt dan Ulama. Sehingga bisa saling melengkapi antara yang satu dengan yang lain.

Referensi

(1) Fsldk.org, Ada Apa Dengan Muharram,

(http://fsldk.org/2011/12/ada-apa-dengan-muharram/)

(2) Abu Malik An-Nas, Pelajaran Penting di Bulan Muharram, (http://almadinah.or.id/388-pelajaran-penting-di-bulan-muharram.html)

(3) Muhibbin, Menyambut 1 Muharram, (http://www.muhibbinnoor.com/?op=informasi&sub=2&mode=detail&id=446&page=1)


TAGS essay muharram essay tahun baru islam essay tahun baru hijriah tahun baru islam 1434H


-

Author

Follow Me